Rabu, 26 November 2025

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

🔬 Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

📦 Komponen Kabel Fiber Optik

Sebelum memahami cara kerja, penting tahu dulu bagian-bagian fisik kabel fiber optik:

  • Core (inti): bagian paling dalam dari serat optik — terbuat dari kaca (atau terkadang plastik), dengan indeks bias tinggi. Core ini yang memandu cahaya. ([DTE Telkom University][1])
  • Cladding (selubung): lapisan di luar core, dengan indeks bias lebih rendah. Fungsi cladding adalah memantulkan cahaya kembali ke core melalui fenomena refleksi internal total agar cahaya tetap berada di core. ([Wikipedia][2])
  • Pelindung / Coating / Jacket: lapisan luar pelindung yang menjaga serat kaca dari kerusakan fisik, kelembapan, tekanan, dan gangguan eksternal lain (faktor lingkungan). ([GBS Indonesia][3])

Dengan struktur seperti itu, kabel fiber optik bisa fleksibel (tergantung konstruksi), dan tetap menjaga integritas jalur cahaya di dalamnya. ([Wikipedia][2])

💡 Prinsip Kerja: Bagaimana Cahaya Merambat di Dalam Fiber

Inti prinsip kerja fiber optik adalah Total Internal Reflection (TIR) — cahaya dipandu sepanjang serat tanpa keluar ke luar core. Berikut penjelasannya:

  1. Ketika cahaya (biasanya dari sumber seperti laser atau LED) dimasukkan ke ujung fiber — cahaya memasuki core dan menjumpai batas antara core dan cladding. ([BCS Consultants][4])
  2. Karena indeks bias core lebih tinggi dibanding cladding, dan jika sudut datang cahaya lebih besar dari sudut kritis, cahaya dipantulkan kembali ke dalam core — bukan menembus cladding. Inilah refleksi internal total. ([DTE Telkom University][5])
  3. Dengan pemantulan berulang terus-menerus, cahaya tetap “terperangkap” di dalam core dan bisa merambat jarak jauh dengan redaman (penurunan sinyal) sangat kecil. ([stanfordoptics.com][6])
  4. Di ujung penerima, sinyal cahaya ditangkap oleh detektor optik — lalu diubah kembali menjadi sinyal listrik yang bisa diproses perangkat. ([BCS Consultants][4])

Karena mekanisme ini, fiber optik memungkinkan transmisi data dengan kecepatan tinggi, jarak jauh, dan stabil — jauh lebih unggul dibanding kabel tembaga biasa yang menggunakan sinyal listrik. ([GBS Indonesia][7])

🛠️ Teknologi Pendukung & Peningkatan Kapasitas

Fiber optik tidak hanya tentang “serat kaca + cahaya”. Banyak teknologi tambahan yang membuatnya relevan untuk komunikasi modern skala luas. Berikut beberapa aspek teknologinya:

• Multiplexer / Demultiplexer & Wavelength-Division Multiplexing (WDM)

  • Dengan teknik Wavelength-Division Multiplexing (WDM), beberapa sinyal cahaya dengan panjang gelombang berbeda bisa dikirim dalam satu fiber secara bersamaan. Ini memungkinkan “multi-channel” dalam satu kabel — secara signifikan meningkatkan kapasitas data. ([Wikipedia][8])
  • Di ujung penerima, demultiplexer memisahkan sinyal berdasarkan panjang gelombang sehingga data bisa diproses dengan benar. ([DTE Telkom University][9])

• Transceiver: Laser / LED, Detektor Optik

  • Untuk mengirim data, sinyal listrik dikonversi menjadi cahaya melalui transceiver (laser di single-mode; LED/VCSEL di multimode). ([DTE Telkom University][1])
  • Di ujung penerima, photodetector / receiver mengubah kembali pulsa cahaya menjadi sinyal listrik. ([BCS Consultants][4])

• Struktur Kabel & Proteksi: Core, Cladding, Jacket — sesuai kebutuhan lingkungan

  • Untuk instalasi luar ruangan, kabel sering ditambah lapisan pelindung, pelapis tahan air atau tahan cuaca — agar fiber tetap aman dari kerusakan lingkungan. ([Wikipedia][2])
  • Untuk aplikasi dalam gedung / data center, struktur bisa berbeda (lebih fleksibel, ringan). ([wolonfibers.com][10])

🌍 Keunggulan dan Aplikasi Fiber Optik — Mengapa Teknologi Ini Banyak Dipakai

Karena struktur dan mekanisme transmisinya, fiber optik menawarkan berbagai keunggulan dibanding kabel tradisional:

  • Jarak jauh + kecepatan tinggi: fiber mampu membawa data jarak jauh dengan redaman rendah — cocok untuk backbone internet, sambungan antar kota/negara. ([stanfordoptics.com][6])
  • Bandwidth besar: dengan teknologi seperti WDM, kapasitas data per fiber sangat besar — cocok untuk kebutuhan besar seperti pusat data, ISP, koneksi internet cepat. ([DTE Telkom University][9])
  • Imunitas terhadap interferensi elektromagnetik: karena sinyal berupa cahaya, bukan listrik — fiber tidak mudah terganggu oleh gangguan elektromagnetik, pencurian sinyal, atau noise listrik. ([GBelajar][11])
  • Ringan dan fleksibel: meskipun terbuat dari kaca atau bahan halus, fiber relatif ringan dan bisa dibungkuk, memungkinkan instalasi di tempat sempit, gedung, jalur rumit, maupun bawah tanah/laut. ([DTE Telkom University][1])
  • Skalabilitas & future-proof: karena fiturnya mendukung upgrade kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan teknologi multiplexing — fiber cocok untuk jangka panjang. ([DTE Telkom University][9])

Aplikasi fiber optik sangat luas: dari internet / telekomunikasi, backbone ISP, jaringan data center, koneksi antar kota/negara (termasuk kabel laut), sampai aplikasi industri, medis, penyiaran, dan sensor. ([itp.nyu.edu][12])

⚠️ Tantangan & Pertimbangan Saat Menggunakan Fiber Optik

  • Perangkat khusus: butuh transmitter (laser / LED), receiver detektor, konektor/splicer — tidak bisa langsung sambung seperti kabel tembaga biasa. ([DTE Telkom University][9])
  • Kerapuhan fisik: serat kaca sangat halus — butuh perlindungan mekanis (jacket, buffer, pelindung) agar tidak patah atau retak. ([Wikipedia][2])
  • Biaya awal lebih tinggi: walau jangka panjang efisien, biaya pemasangan, perangkat, dan instalasi bisa lebih mahal dibanding kabel tradisional. ([DTE Telkom University][13])
  • Perlu perencanaan instalasi & pemeliharaan: pengukuran loss, pemasangan connector/splice, dan perlindungan lingkungan harus diperhatikan agar performa tetap optimal. ([E-Journal Undiksha][14])

📝 Ringkasan: Intisari Prinsip & Teknologi Fiber Optik

  • Fiber optik menggunakan kaca/plastik tipis sebagai media untuk menghantarkan data melalui pulsa cahaya. Struktur utama: core, cladding, coating/jacket.
  • Mekanisme kerja utama: total internal reflection — cahaya dipantulkan terus-menerus di dalam core, sehingga bisa merambat jauh tanpa bocor.
  • Teknologi pendukung seperti WDM memungkinkan banyak data sekaligus lewat satu fiber dengan panjang gelombang berbeda.
  • Fiber menawarkan kecepatan tinggi, bandwidth besar, jarak jauh, imun terhadap interferensi, dan fleksibilitas — cocok untuk komunikasi modern, internet, data center, backbone.
  • Tapi perangkat & instalasi fiber lebih kompleks, butuh perlindungan fisik, dan biaya awal bisa lebih tinggi dibanding kabel biasa.

📚 Referensi (disebut dalam materi)

[1]: DTE Telkom University — referensi disebut dalam materi
[2]: Wikipedia — referensi disebut dalam materi
[3]: GBS Indonesia — referensi disebut dalam materi
[4]: BCS Consultants — referensi disebut dalam materi
[5]: DTE Telkom University — referensi disebut dalam materi
[6]: stanfordoptics.com — referensi disebut dalam materi
[7]: GBS Indonesia — referensi disebut dalam materi
[8]: Wikipedia (WDM) — referensi disebut dalam materi
[9]: DTE Telkom University — referensi disebut dalam materi
[10]: wolonfibers.com — referensi disebut dalam materi
[11]: GBelajar — referensi disebut dalam materi
[12]: itp.nyu.edu — referensi disebut dalam materi
[13]: DTE Telkom University — referensi disebut dalam materi
[14]: E-Journal Undiksha — referensi disebut dalam materi

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

🎯 Faktor-Faktor Penting dalam Memilih Kabel Fiber Optik

Saat memilih kabel fiber optic, ada banyak hal yang harus diperhatikan — bukan hanya apakah itu single-mode atau multimode. Berikut faktor-faktor penting yang perlu kamu pertimbangkan:

🔹 1. Jarak Transmisi / Ruang Lingkup Jaringan

• Jika jaringan akan mengirim data antar-gedung, antar kompleks, antar kota — artinya jarak lumayan jauh → sebaiknya gunakan single-mode. Karena inti kabel single-mode sangat kecil dan hanya melewatkan satu jalur cahaya, redaman dan distorsi minimal, memungkinkan transmisinya sampai puluhan kilometer. (Fiber-Mart.com)

• Jika jaringan hanya di dalam satu gedung, kampus, kantor, data center internal, atau jaraknya pendek–menengah (misalnya beberapa ratus meter sampai < 2 km) — multimode sudah sangat cukup, dan cenderung lebih ekonomis. (Fiber-Mart.com)

🔹 2. Kapasitas / Bandwidth & Kecepatan Data

• Untuk kebutuhan data besar, kecepatan tinggi (mis. backbone jaringan, pusat data, transmisi antar kota), single-mode mampu mendukung bandwidth luas dan stabil untuk jarak jauh. (Holight)

• Untuk kebutuhan biasa sampai menengah (mis. LAN, koneksi antar server dalam satu ruangan/gedung, kampus), multimode — terutama varian modern seperti OM3, OM4 — sudah mencukupi dan lebih efisien secara biaya. (Fiber-Mart.com)

🔹 3. Kondisi Lingkungan & Jenis Instalasi (Indoor / Outdoor / Data Center / Kantor / Kampus)

• Untuk instalasi indoor (dalam ruangan, gedung, kampus), kabel dengan konstruksi dan jacket yang sesuai lingkungan (tidak terlalu tebal, fleksibel) lebih cocok. (Wirenet Telecom)

• Untuk outdoor / kondisi keras / lingkungan luar (cuaca, suhu, kelembapan, hewan, tanah, UV, dll.) — harus pilih kabel dengan jacket dan proteksi yang kuat, seringkali dengan konstruksi tipe “loose-tube” atau “armored”, agar ketahanan dan keawetannya terjaga. (TKJ SMK Darma Siswa Sidoarjo)

• Bila area butuh banyak core / banyak koneksi (misalnya kampus besar, data center, kantor dengan banyak lantai), pertimbangkan kabel dengan jumlah core banyak dan fleksibilitas dalam manajemen kabel. (DTC Netconnect)

🔹 4. Kompatibilitas Perangkat & Transceiver / Biaya Peralatan

• Sistem single-mode biasanya memakai sumber cahaya laser (panjang gelombang 1310 nm / 1550 nm), sedangkan multimode sering memakai LED / VCSEL (lebih sederhana). Ini berarti perangkat transceiver, konektor, dan peralatan lainnya harus kompatibel dengan jenis fiber. (AscentOptics)

• Peralatan untuk single-mode bisa lebih mahal daripada multimode. Namun jika jaringan akan berkembang atau butuh jarak jauh, investasi awal bisa sebanding dengan manfaat jangka panjang. (network-switch.com)

• Untuk jaringan dengan banyak upgrade (misal: dari 1 Gbps → 10 Gbps → 40/100 Gbps) — pilih fiber & sistem yang “future-proof”: single-mode atau multimode kelas tinggi (OM3/OM4/OM5) tergantung jarak. (network-switch.com)

🔹 5. Tujuan & Skala Jaringan (LAN, WAN, Data Center, ISP, dll.)

• Untuk jaringan lokal / LAN / kampus / gedung: multimode (OM3 / OM4) sering jadi pilihan paling efisien: cukup cepat, jaraknya tidak terlalu jauh, biaya relatif terjangkau. (Fiber-Mart.com)

• Untuk backbone, tautan antar gedung jauh, ISP, backhaul, sambungan antar kota: single-mode lebih cocok karena kualitas sinyal dan jangkauannya luas. (DTC Netconnect)

• Jika kamu membangun jaringan untuk data center, server farm, kampus besar, backbone internal — pertimbangkan kombinasi: multimode untuk koneksi internal jarak pendek, single-mode untuk sambungan antar gedung/ruang jauh. (YXFiber)

🔹 6. Anggaran / Biaya & Efisiensi Jangka Panjang

• Multimode biasanya lebih murah dalam hal kabel dan beberapa komponennya — ideal untuk jaringan sederhana atau jangka pendek. (GBS Indonesia)

• Namun jika kamu memperhitungkan skalabilitas jangka panjang, potensi upgrade, atau pemasangan di area luas, single-mode bisa memberi nilai lebih baik meskipun investasi awal lebih tinggi. (network-switch.com)

🔍 Rangkuman Panduan Pemilihan berdasarkan Skenario

Skenario / Kebutuhan Rekomendasi Kabel Fiber
Sambungan antar gedung, kota, WAN, backbone ISP/data center Single-mode (OS1 / OS2) — karena jarak jauh, redaman rendah, ideal untuk long-haul
Jaringan di dalam satu gedung/ kampus / kantor / LAN / data center internal Multimode (OM3 / OM4) — cukup untuk jarak pendek/menengah dan efisien biaya
Lingkungan outdoor / kondisi keras / kabel bawah tanah / wilayah lembap / suhu ekstrem Pilih kabel fiber dengan jacket & konstruksi outdoor/armored (loose-tube / armored)
Jaringan dengan potensi upgrade/data besar / masa depan Single-mode (future-proof) atau Multimode OM4/OM5 bila jarak pendek tetap vokasional
Anggaran terbatas & kebutuhan sederhana Multimode — biaya lebih rendah, instalasi lebih mudah, cukup untuk LAN/kantor kecil

✅ Tips Praktis Saat Akan Membeli / Memasang Kabel Fiber Optik

  1. Tentukan dulu jarak & topologi jaringan — jarak antar titik, indoor/outdoor, jumlah perangkat.
  2. Hitung bandwidth & kecepatan yang dibutuhkan, sekarang dan potensi di masa depan.
  3. Sesuaikan jenis jacket / pelindung kabel dengan lingkungan (LSZH, armored, outdoor, indoor).
  4. Perhatikan kompatibilitas perangkat — transceiver, konektor, port sesuai jenis fiber (single-mode vs multimode).
  5. Pertimbangkan total biaya — kabel + perangkat + instalasi + pemeliharaan, bukan hanya harga kabel per meter.
  6. Jika ragu untuk jangka panjang, pilih opsi “aman” (future-proof) seperti single-mode atau multimode kelas tinggi (OM3/OM4).

📚 Referensi & Sumber Artikel Terkini (2024–2025)

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.

📚 Dasar — Mengapa Ada Berbagai Jenis Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik menggunakan serat kaca (glass fiber) untuk mengirim sinyal cahaya. Namun serat kaca tidak selalu identik—ada perbedaan ukuran inti (core), cara cahaya merambat (mode), dan konstruksi fisik (jaket, buffer, dll). Perbedaan ini menentukan kecepatan, jarak, biaya, dan aplikasi jaringan. Karena itu, pemilihan jenis kabel yang tepat sangat penting sebelum pemasangan fiber.
(Sumber: Weunion, Cable Matters, SEETRONIC)

✨ Single-Mode Fiber (SMF)

Single-mode hanya memakai satu jalur cahaya (mode) di inti kabel—tanpa banyak pantulan seperti multimode. Diameter inti sangat kecil (± 8–9 µm) dan menggunakan sumber cahaya laser agar lebih presisi. Cocok untuk transmisi jarak jauh (puluhan kilometer) dengan distorsi sangat rendah.

Tipe fisik:
OS1: tight-buffered, indoor, fleksibel.
OS2: loose-tube, tahan cuaca, outdoor, backbone.

Warna jaket umum: kuning.

Kelebihan

  • Jarak transmisi sangat jauh
  • Distorsi sangat kecil / stabil
  • Cocok backbone, data center, sambungan antar kota

Kekurangan

  • Biaya lebih tinggi (butuh laser)
  • Splicing / terminasi lebih sensitif

(Sumber: RF Industries, Linxcom UK, Weunionfiber)

🔄 Multimode Fiber (MMF)

Multimode memiliki inti lebih besar (50 µm atau 62.5 µm), sehingga banyak mode cahaya berjalan bersamaan. Karena itu menggunakan LED atau VCSEL sebagai sumber cahaya. Cocok untuk jarak pendek–menengah seperti gedung, kampus, dan data center internal.

Sub-Tipe Multimode (OM1–OM5)

OM1 — 62.5 µm, LED, untuk jaringan lama.
OM2 — 50 µm, LED, stabilitas lebih baik.
OM3 — 50 µm, laser-optimized, 10Gbps+, umum di data center.
OM4 — versi lebih tinggi dari OM3, jarak & bandwidth lebih besar.
OM5 — wideband multimode, multi-wavelength 850–950 nm, cocok jaringan masa depan.

Kekurangan utama multimode adalah modal dispersion — perbedaan kecepatan antar mode yang membuat jangkauan terbatas.


(Sumber: Optical Patch Cable (Focc Technology), Enconnex, Weunionfiber)

🧰 Perbandingan Singkat: Single-Mode vs Multimode

Tipe / Sub-Tipe Core (Inti) Mode Cahaya / Light Source Jarak / Kegunaan Umum
Single-Mode (OS1 / OS2) ± 8–10 µm Satu mode — Laser (1310 / 1550 nm) Jarak jauh, backbone, long-haul, data center besar
Multimode OM1 62.5 µm Banyak mode — LED Jarak pendek / LAN / instalasi lama / biaya rendah
Multimode OM2 50 µm LED / sumber multimode Jaringan LAN / kampus / instalasi menengah
Multimode OM3 50 µm (laser-optimized) Laser / VCSEL — kecepatan tinggi Data center / jaringan modern high-speed / jarak menengah
Multimode OM4 / OM5 50 µm (advanced / wideband) Laser / VCSEL — bandwidth besar / multi-wavelength (OM5) Jaringan high-speed, data center besar, aplikasi modern

(Sumber: linx-com.com, jxl-fiberopticcable.com, fiber-mart.com)

🔧 Tips Memilih Kabel Fiber yang Tepat

  • Untuk sambungan antar gedung/kota/backbone → pilih single-mode (OS2)
  • Untuk jaringan lokal (ruangan, kampus, data center) → multimode (OM3/OM4)
  • Jangan campur OM1 dengan OM3/OM4
  • Pastikan kompatibilitas antara kabel – konektor – transceiver
  • Outdoor gunakan loose-tube; indoor gunakan tight-buffer

(Sumber: zion-communication.com, RF Industries)

✅ Kesimpulan

Fiber optik memiliki banyak jenis karena kebutuhan jaringan berbeda-beda. Single-mode ideal untuk jarak jauh, sementara multimode cocok untuk jarak pendek–menengah. Sub-tipe seperti OS1, OS2, OM1–OM5 hadir agar jaringan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kecepatan, lingkungan, dan budget.

Memahami jaringan fiber optic.

Apa itu Fiber Optik

Fiber optik adalah media transmisi data berupa kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik yang sangat halus — jauh lebih kecil dari rambut manusia. Serat ini mampu menyalurkan cahaya dalam jarak yang sangat jauh tanpa kehilangan sinyal yang signifikan.

Tidak seperti kabel tembaga yang membawa arus listrik, fiber optik membawa data dalam bentuk cahaya yang dipancarkan oleh LED atau laser. Cahaya ini membawa informasi digital yang kemudian dikonversi kembali menjadi sinyal listrik oleh perangkat penerima.
(Sumber: KOMPAS.com, blog.dhanipro.com, Tekno Kompas)

Cara Kerja Fiber Optik

Fiber optik bekerja dengan memancarkan data dalam bentuk pulsa cahaya (foton). Pulsa cahaya ini bergerak melalui inti (core), yaitu bagian tengah serat optik, yang dikelilingi oleh lapisan cladding. Core dan cladding memiliki indeks bias berbeda sehingga menciptakan fenomena fisika yang disebut Total Internal Reflection (TIR).

Melalui TIR, cahaya terpantul terus-menerus di dalam inti tanpa keluar, meskipun kabel dibengkokkan (selama tidak berlebihan). Hal ini membuat cahaya dapat menempuh jarak jauh dengan kehilangan sinyal yang sangat kecil.
(Sumber: Tekno Kompas, iforte.id)

Karena transmisi menggunakan cahaya, fiber optik tidak terpengaruh gangguan elektromagnetik, radio, maupun interferensi listrik yang biasa terjadi pada kabel tembaga.
(Sumber: CommScope)

Keunggulan Fiber Optik

  • Kecepatan & Bandwidth Tinggi Fiber optik mampu mentransfer data dengan kecepatan hingga gigabit bahkan terabit. Kapasitas bandwidthnya sangat besar sehingga cocok untuk layanan internet cepat, streaming 4K/8K, cloud computing, dan data center.
    (Sumber: Telkom University, Fiberstream)
  • Jarak Transmisi Lebih Jauh Kabel optik dapat mengirim data hingga puluhan kilometer tanpa penguat, jauh lebih unggul dibanding kabel tembaga yang hanya puluhan meter.
    (Sumber: Telkom University, Tekno Kompas)
  • Tahan Gangguan Elektromagnetik Ideal digunakan di area industri, jaringan kota, dan area bertegangan tinggi. Sinyal tetap stabil tanpa noise.
    (Sumber: CommScope, Owire)
  • Kapasitas Besar untuk Berbagai Aplikasi Digunakan untuk backbone internet global, jaringan bawah laut, ISP, perusahaan, sekolah, kampus, dan rumah. Fleksibel untuk skala kecil hingga besar.
    (Sumber: Tekno Kompas, Telkom University)
  • Keamanan Tinggi Cahaya sulit disadap tanpa memutus kabel sehingga lebih aman untuk data penting atau jaringan pemerintahan.
    (Sumber: Owire)

Kekurangan / Tantangan Fiber Optik

  • Biaya Instalasi Awal Tinggi Proses pemasangan membutuhkan perangkat khusus, teknisi berpengalaman, serta infrastruktur pendukung.
    (Sumber: Telkom University, Repository IT Telkom PWT)
  • Kabel Lebih Rapuh Karena berbahan kaca/plastik halus, fiber optik mudah patah jika ditekuk terlalu tajam atau tertarik keras.
    (Sumber: GeeksforGeeks, TechShout)
  • Peralatan Tambahan Dibutuhkan Seperti LED/laser, detektor cahaya, OTDR, splicer khusus, dan konektor dengan akurasi tinggi.
    (Sumber: iforte.id)
  • Tantangan Implementasi di Area Tertentu Kesulitan pemasangan pada daerah pegunungan, area padat, atau infrastruktur lama yang sempit.
    (Sumber: educba.com)

Mengapa Fiber Optik Penting di Era Digital?

Di era digital modern, kebutuhan akan internet cepat, stabil, dan berkapasitas besar meningkat sangat pesat. Mulai dari sekolah online, video conference, streaming, gaming, cloud computing, hingga AI dan big data — semuanya membutuhkan jaringan berkualitas tinggi.

Fiber optik menjadi tulang punggung infrastruktur global karena: • Kecepatan luar biasa cepat • Latensi rendah • Stabilitas tinggi • Skala jaringan mudah diperluas • Mendukung teknologi masa depan seperti IoT, 5G, dan metaverse

Dengan keunggulan tersebut, fiber optik menjadi fondasi utama jaringan rumah, kantor, data center, kampus, hingga jaringan bawah laut yang menghubungkan negara di seluruh dunia.

Kamis, 20 November 2025

Subnetting VLSM dengan Network: 192.168.10.0/25


VLSM 192.168.10.0/25 

📌 Soal VLSM

Network: 192.168.10.0/25

Kebutuhan host:

  • Subnet A = 60 host
  • Subnet B = 24 host
  • Subnet C = 12 host
  • Subnet D = 5 host

Tentukan alokasi subnet menggunakan VLSM dan buat diagram visual / tree alur perhitungan.

🧮 Step 1 & 2: Tentukan Prefix & Urutkan

Rumus: Jumlah host usable = 2^(32 - prefix) - 2

SubnetHost NeededPrefix NeededUsable Hosts
A60/2662
B24/2730
C12/2814
D5/296

Urutkan dari terbesar → terkecil: A → B → C → D

📌 Step 3: Alokasi Subnet

Blok awal: 192.168.10.0/25 (0–127)

  • Subnet A (60 host) → /26 → 192.168.10.0/26 → Usable: 192.168.10.1–62, Broadcast: 192.168.10.63
  • Subnet B (24 host) → /27 → 192.168.10.64/27 → Usable: 192.168.10.65–94, Broadcast: 192.168.10.95
  • Subnet C (12 host) → /28 → 192.168.10.96/28 → Usable: 192.168.10.97–110, Broadcast: 192.168.10.111
  • Subnet D (5 host) → /29 → 192.168.10.112/29 → Usable: 192.168.10.113–118, Broadcast: 192.168.10.119
  • Cadangan → 192.168.10.120–127

🌳 Step 4: Diagram Visual / Tree

  • 192.168.10.0/25 (0 - 127)
  • ├─ [Subnet A] 192.168.10.0/26   (0 - 63)   -> 60 host
  • ├─ [Subnet B] 192.168.10.64/27  (64 - 95)  -> 24 host
  • ├─ [Subnet C] 192.168.10.96/28  (96 - 111) -> 12 host
  • └─ [Subnet D] 192.168.10.112/29 (112 - 119) -> 5 host
  •     └─ [Cadangan] 192.168.10.120/29 (120 - 127)

📊 Step 5: Tabel Ringkas

SubnetPrefixNetworkUsable RangeBroadcastTotal AddrUsable Hosts
A/26192.168.10.0192.168.10.1-62192.168.10.636462
B/27192.168.10.64192.168.10.65-94192.168.10.953230
C/28192.168.10.96192.168.10.97-110192.168.10.1111614
D/29192.168.10.112192.168.10.113-118192.168.10.11986
🚀 CREATED BY KAMARUL ARIFIN MUZAFFAR 🚀

Rabu, 12 November 2025

IP Address 192.168.1.0/27 - untuk subnet ke 4 - Kelompok 4


☀️ IP ADDRESS 192.168.1.0/27 - SUBNET KE 4 ☀️

💠 SUBNETTING CLASS C /27 💠 | KELOMPOK 4 | JARINGAN KOMPUTER 💠

👥 Anggota Kelompok 4

  • ⚙️ Kamarul Arifin Muzaffar (21)
  • ⚙️ M Yusuf Safiudin Faturrahman (23)
  • ⚙️ M Alqaus Sigit Widodo (28)
  • ⚙️ Niken Ayu Larasati (32)
  • ⚙️ Vitaningsih Rahmawati (38)

📘 SUBNETTING CLASS C (/27)

IP Address: 192.168.1.0/27

Bentuk Biner:
11111111.11111111.11111111.11100000

Subnet Mask: 255.255.255.224

Perhitungan:
Jumlah Subnet = 2³ = 8 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2⁵ – 2 = 30 host
Blok Subnet = 256 – 224 = 32
Subnet lengkapnya = 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224

🧮 Hasil Subnetting (/27):

192.168.1.0 – 192.168.1.31
192.168.1.32 – 192.168.1.63
192.168.1.64 – 192.168.1.95
192.168.1.96 – 192.168.1.127
192.168.1.128 – 192.168.1.159
192.168.1.160 – 192.168.1.191
192.168.1.192 – 192.168.1.223
192.168.1.224 – 192.168.1.255
    

🌐 Subnet ke-4 (192.168.1.96 – 192.168.1.127)

Keterangan Alamat IP
Subnet192.168.1.96
Host 1192.168.1.97
Host 2192.168.1.98
Host 3192.168.1.99
Host 4192.168.1.100
Host 5192.168.1.101
Host 6192.168.1.102
Host 7192.168.1.103
Host 8192.168.1.104
Host 9192.168.1.105
Host 10192.168.1.106
Host 11192.168.1.107
Host 12192.168.1.108
Host 13192.168.1.109
Host 14192.168.1.110
Host 15192.168.1.111
Host 16192.168.1.112
Host 17192.168.1.113
Host 18192.168.1.114
Host 19192.168.1.115
Host 20192.168.1.116
Host 21192.168.1.117
Host 22192.168.1.118
Host 23192.168.1.119
Host 24192.168.1.120
Host 25192.168.1.121
Host 26192.168.1.122
Host 27192.168.1.123
Host 28192.168.1.124
Host 29192.168.1.125
Host 30192.168.1.126
Broadcast192.168.1.127
🚀 CREATED BY KAMARUL ARIFIN MUZAFFAR XI TJKT 1 🚀

IP Address 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 13

💡 SUBNETTING CLASS C (/29)

📘 Materi Subnetting

Jumlah Subnet
Rumus: 2^x
x = bit subnet yang dipinjam.
Untuk /29, pinjam 5 bit → 2^5 = 32 subnet.

Jumlah Host per Subnet
Rumus: 2^y – 2
y = 3 bit host → 2^3 – 2 = 6 host.

Blok Subnet
Rumus: 256 – nilai oktet terakhir subnet mask
/29 = 255.255.255.248 → 256 – 248 = 8.
Jadi subnet kelipatan 8: 0, 8, 16, 24, dst.

Alamat Host & Broadcast
- Alamat network: nilai kelipatan blok
- Host pertama: network + 1
- Host terakhir: broadcast – 1
- Broadcast: subnet berikutnya – 1

🧩 Perhitungan

Diketahui:
IP Address: 192.168.1.0/29
Biner: 11111111.11111111.11111111.11111000
Subnet Mask: 255.255.255.248

Jumlah Subnet = 2⁵ = 32 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2³ – 2 = 6 host
Blok Subnet = 256 – 248 = 8
Subnet lengkap: 0, 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, 88, 96, 104, 112, 120, 128, 136, 144, 152, 160, 168, 176, 184, 192, 200, 208, 216, 224, 232, 240, 248

📊 Hasil Blok Subnet /29

192.168.1.0 – 192.168.1.7
192.168.1.8 – 192.168.1.15
192.168.1.16 – 192.168.1.23
192.168.1.24 – 192.168.1.31
192.168.1.32 – 192.168.1.39
192.168.1.40 – 192.168.1.47
192.168.1.48 – 192.168.1.55
192.168.1.56 – 192.168.1.63
192.168.1.64 – 192.168.1.71
192.168.1.72 – 192.168.1.79
192.168.1.80 – 192.168.1.87
192.168.1.88 – 192.168.1.95
192.168.1.96 – 192.168.1.103
192.168.1.104 – 192.168.1.111
192.168.1.112 – 192.168.1.119
192.168.1.120 – 192.168.1.127
192.168.1.128 – 192.168.1.135
192.168.1.136 – 192.168.1.143
192.168.1.144 – 192.168.1.151
192.168.1.152 – 192.168.1.159
192.168.1.160 – 192.168.1.167
192.168.1.168 – 192.168.1.175
192.168.1.176 – 192.168.1.183
192.168.1.184 – 192.168.1.191
192.168.1.192 – 192.168.1.199
192.168.1.200 – 192.168.1.207
192.168.1.208 – 192.168.1.215
192.168.1.216 – 192.168.1.223
192.168.1.224 – 192.168.1.231
192.168.1.232 – 192.168.1.239
192.168.1.240 – 192.168.1.247
192.168.1.248 – 192.168.1.255

💠 Subnet ke-13 (192.168.1.96 – 192.168.1.103)

Keterangan Alamat IP
Subnet192.168.1.96
Host 1192.168.1.97
Host 2192.168.1.98
Host 3192.168.1.99
Host 4192.168.1.100
Host 5192.168.1.101
Host 6192.168.1.102
Broadcast192.168.1.103

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, ...