🌐 Kumpulan Blog Siswa XI TJKT 1B
Klik nomor untuk membuka blog masing-masing siswa ✨
Hai! Saya Kamarul Arifin Muzaffar (Arif), siswa kelas XI TJKT 1 yang tertarik pada teknologi dan jaringan komputer. Meski saya juga menyukai pemrograman, fokus utama blog ini adalah berbagi perjalanan belajar saya di bidang Jaringan Komputer (Computer Networking) mulai dari konsep dasar hingga penerapannya di dunia nyata.
Wildcard Mask adalah pola angka yang digunakan dalam konfigurasi jaringan untuk menentukan bagian dari alamat IP mana yang harus dicocokkan (match) dan bagian mana yang boleh diabaikan (don’t care).
Berbeda dengan Subnet Mask, yang menggunakan angka 1 untuk menunjukkan bagian jaringan (network), pada Wildcard Mask angka 1 justru menandakan bagian yang tidak perlu diperiksa.
Wildcard Mask sering digunakan dalam berbagai konfigurasi jaringan, seperti:
Dengan demikian, Wildcard Mask membantu administrator jaringan menyusun aturan akses dan kebijakan IP dengan lebih cepat dan efisien.
Prinsip kerja Wildcard Mask adalah dengan membandingkan setiap bit dari alamat IP dengan setiap bit dari Wildcard Mask.
| Bit pada Wildcard Mask | Makna |
|---|---|
| 0 (nol) | Bit IP harus cocok dengan nilai yang ditentukan (tidak boleh berbeda). |
| 1 (satu) | Bit IP boleh berbeda (diabaikan). |
Contoh:
Alamat jaringan: 192.168.1.0
Wildcard Mask: 0.0.0.255
Artinya: aturan tersebut mencakup semua alamat IP mulai dari 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255.
Dengan cara ini, administrator jaringan dapat membuat satu aturan untuk seluruh kelompok IP tanpa menuliskan satu per satu.
Router> enable Router# configure terminal Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)# access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255 Router(config)# access-list 10 deny any Router(config)# interface GigabitEthernet0/0 Router(config-if)# ip access-group 10 in Router(config-if)# end Router# write memory Building configuration... [OK] Router#
Penjelasan:
access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255 → Mengizinkan semua host dalam rentang 192.168.1.0 hingga 192.168.1.255.
access-list 10 deny any → Menolak semua koneksi lain di luar jaringan tersebut.
ip access-group 10 in → Menerapkan ACL pada interface arah masuk (inbound).
| Aspek | Subnet Mask | Wildcard Mask |
|---|---|---|
| Tujuan | Menentukan bagian jaringan dan host pada IP | Menentukan bagian IP yang harus diperiksa atau diabaikan |
| Bit 1 | Menunjukkan bagian jaringan | Menunjukkan bagian yang diabaikan |
| Bit 0 | Menunjukkan bagian host | Menunjukkan bagian yang harus cocok |
| Digunakan pada | Subnetting dan pembagian jaringan | ACL, OSPF, dan kebijakan akses jaringan |
Wildcard Mask adalah teknik penting dalam konfigurasi jaringan komputer yang membantu administrator menentukan kelompok alamat IP secara efisien. Dengan memahami peran bit 0 dan 1, pengaturan akses serta routing jaringan dapat dilakukan dengan sistematis, aman, dan terstruktur. Teknik ini sangat berguna dalam penerapan ACL dan protokol routing dinamis seperti OSPF.
VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetting yang memungkinkan pembagian satu jaringan IP menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan. Teknik ini membuat penggunaan alamat IP menjadi lebih efisien karena setiap subnet dialokasikan berdasarkan jumlah host yang diperlukan, bukan dibagi secara merata seperti pada metode FLSM (Fixed Length Subnet Mask).
Dengan VLSM, administrator jaringan dapat merancang sistem pengalamatan IP yang lebih hemat, fleksibel, dan mudah dikembangkan.
Contoh: jaringan 192.168.10.0/24 dibagi menjadi beberapa subnet sesuai kebutuhan host berikut:
| Subnet | Prefix | Jumlah Host |
|---|---|---|
| 192.168.10.0 | /26 | 62 host |
| 192.168.10.64 | /27 | 30 host |
| 192.168.10.96 | /28 | 14 host |
| 192.168.10.112 | /30 | 2 host |
Contoh penerapan:
VLSM adalah teknik subnetting modern yang efisien dan fleksibel dalam pengalokasian alamat IP. Dengan menerapkan VLSM, administrator dapat:
Teknik ini sangat direkomendasikan untuk desain jaringan berskala menengah hingga besar karena memberikan efisiensi, kinerja tinggi, serta kemudahan manajemen jaringan.
Dalam perkembangan teknologi komunikasi modern, kebutuhan akan koneksi internet berkecepatan tinggi menjadi hal yang sangat penting. Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah jaringan berbasis serat optik (fiber optic), karena mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan kestabilan yang baik. Namun, karena sebagian besar perangkat seperti laptop, access point, dan router masih menggunakan sinyal listrik berbasis Ethernet (LAN), maka diperlukan perangkat tambahan seperti media converter (HTB) untuk mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik. Melalui praktikum ini, mahasiswa mempelajari proses bagaimana koneksi jaringan dari Internet Service Provider (ISP) dapat diakses hingga ke perangkat akhir, serta bagaimana cara mencari dan menguji IP Address ISP secara langsung.
Rangkaian sistem jaringan pada praktikum ini disusun secara berurutan agar proses transmisi data dapat berjalan optimal. Pertama, sinyal internet dari ISP masuk ke hub atau access point melalui kabel UTP (Ethernet). Dari sana, koneksi diteruskan ke perangkat HTB (media converter) yang berfungsi mengonversi sinyal listrik menjadi sinyal optik, dan sebaliknya. HTB kemudian dihubungkan dengan converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, sehingga sinyal optik dapat kembali diubah menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke router atau Mikrotik. Router tersebut bertugas mengelola distribusi jaringan ke berbagai perangkat lain, seperti access point untuk koneksi nirkabel dan laptop melalui kabel LAN untuk koneksi langsung.
Setelah semua perangkat terpasang dengan benar, tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi IP dan pengujian konektivitas jaringan. Pengujian dimulai dengan membuka Command Prompt (CMD) dan mengetikkan perintah ipconfig untuk mengetahui IPv4 Address, Subnet Mask, serta Default Gateway yang diberikan oleh ISP. Setelah IP Address ISP ditemukan, dilakukan pengujian ping ke alamat tersebut untuk memastikan koneksi telah berjalan dengan baik. Apabila hasil pengujian menunjukkan adanya balasan (reply), maka hal ini menandakan bahwa jaringan telah tersambung dan komunikasi antarperangkat berlangsung dengan sukses. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang cara kerja jaringan berbasis fiber optic, proses konversi sinyal, serta prinsip pengalamatan IP yang menjadi dasar komunikasi data dalam sistem jaringan modern.
Dari hasil praktikum Komunikasi Optik 2 – Mencari IP Address ISP, dapat disimpulkan bahwa proses pencarian dan pengecekan IP Address tidak hanya bergantung pada perintah di komputer, tetapi juga memerlukan pemahaman tentang bagaimana alur koneksi jaringan fisik dan perangkat jaringan bekerja secara keseluruhan.
Melalui langkah-langkah yang dilakukan, mulai dari menghubungkan ISP ke hub, hub ke LAN port 6, HTB ke converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, hingga Mikrotik/router ke laptop menggunakan kabel LAN, dapat dipahami bahwa setiap perangkat memiliki fungsi spesifik dalam membentuk jaringan komunikasi yang stabil. Hub berperan sebagai pembagi sinyal, HTB dan converter FO berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya (dan sebaliknya), sedangkan Mikrotik atau router mengatur distribusi IP Address ke perangkat pengguna.
Setelah konfigurasi jaringan selesai, perintah “ipconfig” digunakan untuk melihat alamat IP yang diterima laptop dari jaringan, sementara “ping” digunakan untuk menguji apakah koneksi jaringan sudah berjalan dengan baik. Jika perintah ping berhasil memberikan balasan (reply), hal itu menandakan bahwa jaringan telah tersambung dengan benar dan komunikasi antarperangkat berhasil dilakukan.
Dari praktikum ini, saya dapat memahami bahwa IP Address adalah identitas penting bagi setiap perangkat dalam jaringan, dan penguasaan terhadap konfigurasi jaringan — baik secara kabel (LAN) maupun fiber optic (FO) — merupakan keterampilan dasar dalam bidang komunikasi optik. Dengan demikian, praktikum ini memberikan pengalaman langsung dalam membangun, menganalisis, serta menguji koneksi jaringan menggunakan kombinasi teknologi optik dan perangkat jaringan modern.
Eksplorasi jaringan digital berskala dunia dengan tampilan cyber aesthetic futuristik, animasi neon, dan interaktif.
| No | Perusahaan | IP Address | Kelas | Subnet Mask | Prefix |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Google LLC | 8.0.0.0 | A | 255.128.0.0 | /9 |
| 2 | Amazon Web Services | 13.0.0.0 | A | 255.128.0.0 | /9 |
| 3 | Microsoft Corporation | 20.0.0.0 | A | 255.128.0.0 | /9 |
| 4 | Apple Inc. | 17.0.0.0 | A | 255.128.0.0 | /9 |
| 5 | Meta Platforms | 31.0.0.0 | A | 255.128.0.0 | /9 |
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah metode pengelolaan dan pengalokasian alamat IP yang lebih fleksibel dibandingkan sistem kelas tradisional (A, B, C).
@zaff_ourth 2025 Created By Kamarul Arifin Muzaffar XI TJKT 1
disini tugasnya kita disuruh untuk mencari minimal 15 perusahaan besar dalam bidang IT
| CIDR | Hosts | Subnet Mask |
|---|---|---|
| /30 | 4 | 255.255.255.252 |
| /29 | 8 | 255.255.255.248 |
| /28 | 16 | 255.255.255.240 |
| /27 | 32 | 255.255.255.224 |
| /26 | 64 | 255.255.255.192 |
| /25 | 128 | 255.255.255.128 |
| /24 | 256 | 255.255.255.0 |
| /23 | 512 | 255.255.254.0 |
| /22 | 1024 | 255.255.252.0 |
| /21 | 2048 | 255.255.248.0 |
| /20 | 4096 | 255.255.240.0 |
| /19 | 8192 | 255.255.224.0 |
| /18 | 16384 | 255.255.192.0 |
| /17 | 32768 | 255.255.128.0 |
| /16 | 65536 | 255.255.0.0 |
| /15 | 131072 | 255.254.0.0 |
| /14 | 262144 | 255.252.0.0 |
| /13 | 524288 | 255.248.0.0 |
| /12 | 1048576 | 255.240.0.0 |
| /11 | 2097152 | 255.224.0.0 |
| /10 | 4194304 | 255.192.0.0 |
| /9 | 8388608 | 255.128.0.0 |
| /8 | 16777216 | 255.0.0.0 |
| No | Nama Perusahaan | Domain | Contoh IP | CIDR / Range | Subnet Mask | Kelas IP |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | google.com | 8.8.8.8 | 8.8.8.0/24 | 255.255.255.0 | A | |
| 2 | Microsoft | microsoft.com | 13.79.239.166 | 13.64.0.0/11 | 255.224.0.0 | B |
| 3 | Amazon | amazon.com | 52.94.225.248 | 52.0.0.0/11 | 255.224.0.0 | B |
| 4 | Apple | apple.com | 17.253.144.10 | 17.0.0.0/8 | 255.0.0.0 | A |
| 5 | Meta | facebook.com | 157.240.17.255 | 157.240.0.0/16 | 255.255.0.0 | B |
| 6 | IBM | ibm.com | 129.42.38.1 | 129.42.0.0/16 | 255.255.0.0 | B |
| 7 | Oracle | oracle.com | 138.1.33.162 | 138.1.0.0/16 | 255.255.0.0 | B |
| 8 | Intel | intel.com | 13.91.95.74 | 13.64.0.0/11 | 255.224.0.0 | B |
| 9 | Cisco | cisco.com | 72.163.4.185 | 72.160.0.0/11 | 255.224.0.0 | B |
| 10 | Dell | dell.com | 143.166.30.172 | 143.166.0.0/16 | 255.255.0.0 | B |
| 11 | HP | hp.com | 15.72.80.135 | 15.0.0.0/8 | 255.0.0.0 | A |
| 12 | SAP | sap.com | 194.39.131.34 | 194.39.131.0/24 | 255.255.255.0 | C |
| 13 | NVIDIA | nvidia.com | 24.51.17.20 | 24.0.0.0/8 | 255.0.0.0 | A |
| 14 | Samsung | samsung.com | 211.45.27.231 | 211.45.0.0/16 | 255.255.0.0 | C |
| 15 | Netflix | netflix.com | 3.137.75.83 | 3.128.0.0/9 | 255.128.0.0 | A |
Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, ...