Kamis, 30 Oktober 2025

TABEL XI TJKT 1B

🌐 Kumpulan Blog Siswa XI TJKT 1B

Kumpulan Blog Siswa XI TJKT 1B

Klik nomor untuk membuka blog masing-masing siswa ✨

521 522 523 524
525 526 527 528
529 530 531 532
533 534 535 536
537 538 539 540

Rabu, 29 Oktober 2025

WildCard Mask

🌐 Wildcard Mask pada Jaringan Komputer


1. Pengertian Wildcard Mask

Wildcard Mask adalah pola angka yang digunakan dalam konfigurasi jaringan untuk menentukan bagian dari alamat IP mana yang harus dicocokkan (match) dan bagian mana yang boleh diabaikan (don’t care).

Berbeda dengan Subnet Mask, yang menggunakan angka 1 untuk menunjukkan bagian jaringan (network), pada Wildcard Mask angka 1 justru menandakan bagian yang tidak perlu diperiksa.

Wildcard Mask sering digunakan dalam berbagai konfigurasi jaringan, seperti:

  • Access Control List (ACL) pada router atau firewall,
  • Routing dinamis (misalnya pada OSPF), dan
  • Pengaturan kebijakan keamanan jaringan untuk menentukan kelompok alamat IP tertentu.

Dengan demikian, Wildcard Mask membantu administrator jaringan menyusun aturan akses dan kebijakan IP dengan lebih cepat dan efisien.

2. Cara Kerja Wildcard Mask

Prinsip kerja Wildcard Mask adalah dengan membandingkan setiap bit dari alamat IP dengan setiap bit dari Wildcard Mask.

Bit pada Wildcard Mask Makna
0 (nol) Bit IP harus cocok dengan nilai yang ditentukan (tidak boleh berbeda).
1 (satu) Bit IP boleh berbeda (diabaikan).

Contoh:
Alamat jaringan: 192.168.1.0
Wildcard Mask: 0.0.0.255

Artinya: aturan tersebut mencakup semua alamat IP mulai dari 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255. Dengan cara ini, administrator jaringan dapat membuat satu aturan untuk seluruh kelompok IP tanpa menuliskan satu per satu.

3. Contoh Konfigurasi Wildcard Mask (Router Cisco)

Router> enable
Router# configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)# access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
Router(config)# access-list 10 deny any
Router(config)# interface GigabitEthernet0/0
Router(config-if)# ip access-group 10 in
Router(config-if)# end
Router# write memory
Building configuration...
[OK]
Router#
  

Penjelasan:
access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255 → Mengizinkan semua host dalam rentang 192.168.1.0 hingga 192.168.1.255.
access-list 10 deny any → Menolak semua koneksi lain di luar jaringan tersebut.
ip access-group 10 in → Menerapkan ACL pada interface arah masuk (inbound).

4. Kegunaan Wildcard Mask

  • Menyederhanakan konfigurasi ACL
    Hanya dengan satu baris konfigurasi, administrator dapat mencakup banyak host.
  • Mendukung routing dinamis
    Wildcard digunakan untuk menentukan jaringan mana yang akan diikutsertakan dalam protokol seperti OSPF.
  • Efisiensi manajemen jaringan
    Menghemat waktu konfigurasi dan meminimalkan kesalahan manusia.
  • Fleksibilitas pengaturan akses
    Administrator dapat dengan mudah mengontrol akses berdasarkan kelompok IP tertentu tanpa menulis aturan satu per satu.

5. Perbandingan Wildcard Mask dan Subnet Mask

Aspek Subnet Mask Wildcard Mask
TujuanMenentukan bagian jaringan dan host pada IPMenentukan bagian IP yang harus diperiksa atau diabaikan
Bit 1Menunjukkan bagian jaringanMenunjukkan bagian yang diabaikan
Bit 0Menunjukkan bagian hostMenunjukkan bagian yang harus cocok
Digunakan padaSubnetting dan pembagian jaringanACL, OSPF, dan kebijakan akses jaringan

6. Kesimpulan

Wildcard Mask adalah teknik penting dalam konfigurasi jaringan komputer yang membantu administrator menentukan kelompok alamat IP secara efisien. Dengan memahami peran bit 0 dan 1, pengaturan akses serta routing jaringan dapat dilakukan dengan sistematis, aman, dan terstruktur. Teknik ini sangat berguna dalam penerapan ACL dan protokol routing dinamis seperti OSPF.

7. Daftar Pustaka / Sumber Artikel

  • Cisco Networking Academy. (2022). Routing and Switching Essentials v7. Cisco Press.
  • Forouzan, B. A. (2013). Data Communications and Networking (5th Edition). McGraw-Hill Education.
  • GeeksforGeeks (2024). “Wildcard Mask in Computer Networks.” geeksforgeeks.org
  • Tutorialspoint (2023). “What is Wildcard Mask in Networking?” tutorialspoint.com
  • Cisco Documentation (2024). “Access Control Lists (ACL) and Wildcard Masks.” cisco.com

VLSM (Variable Length Subnet Mask) dalam Pengaturan IP Address

💡 VLSM (Variable Length Subnet Mask) dalam Pengaturan IP Address


1. Pengertian VLSM

VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetting yang memungkinkan pembagian satu jaringan IP menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan. Teknik ini membuat penggunaan alamat IP menjadi lebih efisien karena setiap subnet dialokasikan berdasarkan jumlah host yang diperlukan, bukan dibagi secara merata seperti pada metode FLSM (Fixed Length Subnet Mask).

Dengan VLSM, administrator jaringan dapat merancang sistem pengalamatan IP yang lebih hemat, fleksibel, dan mudah dikembangkan.

2. Contoh Pembagian Menggunakan VLSM

Contoh: jaringan 192.168.10.0/24 dibagi menjadi beberapa subnet sesuai kebutuhan host berikut:

Subnet Prefix Jumlah Host
192.168.10.0/2662 host
192.168.10.64/2730 host
192.168.10.96/2814 host
192.168.10.112/302 host

3. Cara Kerja VLSM

  • Ukuran subnet bervariasi: VLSM memungkinkan pembentukan subnet dengan ukuran berbeda dalam satu jaringan utama.
  • Alokasi IP yang efisien: Alamat IP dibagi berdasarkan kebutuhan host, bukan secara seragam.
  • Dimulai dari kebutuhan terbesar: Proses dimulai dari subnet dengan host terbanyak untuk mencegah kekurangan ruang alamat.

Contoh penerapan:

  • Divisi utama: 100 host → subnet /25 (128 alamat)
  • Cabang 1: 50 host → subnet /26 (64 alamat)
  • Cabang 2: 25 host → subnet /27 (32 alamat)

4. Keunggulan VLSM

  • Efisiensi penggunaan alamat IP: Mengurangi pemborosan dengan alokasi sesuai kebutuhan.
  • Fleksibilitas tinggi: Mudah menambah subnet baru tanpa mengubah struktur utama.
  • Meningkatkan kinerja jaringan: Mendukung route summarization agar tabel routing lebih ringkas.
  • Manajemen jaringan lebih mudah: Struktur pengalamatan lebih hierarkis dan rapi.

5. Keterbatasan VLSM

  • Kompatibilitas protokol: Tidak semua protokol mendukung VLSM (misalnya, RIPv1 tidak mendukung, tapi OSPF dan EIGRP mendukung).
  • Perencanaan kompleks: Membutuhkan perhitungan cermat agar tidak terjadi tumpang tindih alamat IP.

6. Kesimpulan

VLSM adalah teknik subnetting modern yang efisien dan fleksibel dalam pengalokasian alamat IP. Dengan menerapkan VLSM, administrator dapat:

  • Menghemat ruang alamat IP,
  • Menyesuaikan alokasi sesuai kebutuhan tiap bagian jaringan, dan
  • Memudahkan ekspansi jaringan di masa depan.

Teknik ini sangat direkomendasikan untuk desain jaringan berskala menengah hingga besar karena memberikan efisiensi, kinerja tinggi, serta kemudahan manajemen jaringan.

7. Daftar Pustaka

  • Forouzan, B. A. (2013). Data Communications and Networking (5th Edition). McGraw-Hill Education.
  • Cisco Networking Academy. (2022). Introduction to Networks v7 (ITN). Cisco Press.
  • Tanenbaum, A. S., & Wetherall, D. (2011). Computer Networks (5th Edition). Pearson Education.
  • Tutorialspoint. (2023). “Variable Length Subnet Mask (VLSM)” — tutorialspoint.com
  • GeeksforGeeks. (2024). “VLSM in Computer Networks” — geeksforgeeks.org

Kamis, 23 Oktober 2025

T521, T538 Komunikasi Optik 2 Mencari IP Address ISP

1. PENDAHULUAN

Dalam perkembangan teknologi komunikasi modern, kebutuhan akan koneksi internet berkecepatan tinggi menjadi hal yang sangat penting. Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah jaringan berbasis serat optik (fiber optic), karena mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan kestabilan yang baik. Namun, karena sebagian besar perangkat seperti laptop, access point, dan router masih menggunakan sinyal listrik berbasis Ethernet (LAN), maka diperlukan perangkat tambahan seperti media converter (HTB) untuk mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik. Melalui praktikum ini, mahasiswa mempelajari proses bagaimana koneksi jaringan dari Internet Service Provider (ISP) dapat diakses hingga ke perangkat akhir, serta bagaimana cara mencari dan menguji IP Address ISP secara langsung.

Rangkaian sistem jaringan pada praktikum ini disusun secara berurutan agar proses transmisi data dapat berjalan optimal. Pertama, sinyal internet dari ISP masuk ke hub atau access point melalui kabel UTP (Ethernet). Dari sana, koneksi diteruskan ke perangkat HTB (media converter) yang berfungsi mengonversi sinyal listrik menjadi sinyal optik, dan sebaliknya. HTB kemudian dihubungkan dengan converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, sehingga sinyal optik dapat kembali diubah menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke router atau Mikrotik. Router tersebut bertugas mengelola distribusi jaringan ke berbagai perangkat lain, seperti access point untuk koneksi nirkabel dan laptop melalui kabel LAN untuk koneksi langsung.

Setelah semua perangkat terpasang dengan benar, tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi IP dan pengujian konektivitas jaringan. Pengujian dimulai dengan membuka Command Prompt (CMD) dan mengetikkan perintah ipconfig untuk mengetahui IPv4 Address, Subnet Mask, serta Default Gateway yang diberikan oleh ISP. Setelah IP Address ISP ditemukan, dilakukan pengujian ping ke alamat tersebut untuk memastikan koneksi telah berjalan dengan baik. Apabila hasil pengujian menunjukkan adanya balasan (reply), maka hal ini menandakan bahwa jaringan telah tersambung dan komunikasi antarperangkat berlangsung dengan sukses. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang cara kerja jaringan berbasis fiber optic, proses konversi sinyal, serta prinsip pengalamatan IP yang menjadi dasar komunikasi data dalam sistem jaringan modern.

2. TUJUAN

  1. Untuk mengetahui alamat IP (IP Address) yang digunakan oleh perangkat saat terhubung ke jaringan internet.
  2. Untuk mengenal ISP (Internet Service Provider) yang menyediakan layanan internet yang digunakan.
  3. Untuk memahami kelas IP, subnet mask, dan prefix yang digunakan dalam jaringan.
  4. Untuk melatih kemampuan dalam menganalisis jaringan berdasarkan hasil pencarian IP Address.
  5. Untuk mengaitkan antara konsep komunikasi optik dan sistem jaringan internet dalam kehidupan sehari-hari.

3. ALAT DAN BAHAN


Access Point (ISP)



HTB (Media Converter)



Kabel Fiber Optik


Converter FO to LAN A/B


Router / Mikrotik



Switch / Hub

 

Kabel LAN (UTP)



Laptop


4. LANGKAH-LANGKAH

1. Menghubungkan ISP ke Hub


Langkah pertama adalah menghubungkan kabel dari ISP (Internet Service Provider) ke Hub.
Hub berfungsi sebagai pembagi sinyal jaringan, di mana sinyal dari ISP akan diteruskan ke beberapa perangkat lainnya. Hub ini bekerja secara broadcast, sehingga setiap port akan menerima sinyal yang sama dari ISP.
Tujuan dari langkah ini adalah agar koneksi internet dari ISP dapat diakses oleh seluruh perangkat yang terhubung melalui hub.
2. Menghubungkan Hub ke LAN Port 6 menggunakan Kabel LAN


Setelah ISP terhubung ke hub, langkah berikutnya adalah menghubungkan port hub ke LAN port 6 menggunakan kabel LAN (UTP Cat5e atau Cat6).
LAN port 6 di sini berfungsi sebagai jalur yang akan menyalurkan koneksi internet dari hub menuju perangkat selanjutnya, yaitu HTB (Hybrid Termination Box) atau perangkat konversi jaringan optik.
Dengan demikian, sinyal dari ISP diteruskan secara terstruktur melalui port LAN tertentu agar mudah diidentifikasi dan diuji pada tahap berikutnya.
3. Menghubungkan HTB Port 6 ke Converter FO to LAN AB menggunakan Kabel Fiber Optic



Langkah ketiga adalah menghubungkan port 6 pada perangkat HTB ke Converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic (FO).
Pada tahap ini, sinyal listrik dari jaringan LAN diubah menjadi sinyal cahaya (optik) untuk diteruskan melalui kabel fiber optic. Proses ini penting karena sistem komunikasi optik menggunakan media cahaya untuk mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan minim gangguan.
HTB berfungsi sebagai penghubung antara jaringan berbasis tembaga (LAN) dan jaringan berbasis serat optik (FO).
4. Menghubungkan Converter FO to LAN AB ke Mikrotik/Router menggunakan Kabel LAN

Selanjutnya, hasil konversi dari converter FO to LAN AB diteruskan ke Mikrotik atau router menggunakan kabel LAN.
Perangkat Mikrotik atau router berfungsi untuk mengatur lalu lintas data (routing), membagi koneksi internet ke beberapa perangkat, serta memberikan alamat IP (IP Address) secara otomatis kepada perangkat yang terhubung melalui DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
Dengan menghubungkan converter ke router, maka jaringan dari ISP kini sudah siap dikelola dan dibagikan ke perangkat pengguna seperti laptop atau access point.
5. Menghubungkan Access Point ke Mikrotik/Router menggunakan Kabel LAN


Setelah router terkoneksi, langkah berikutnya adalah menyambungkan access point (AP) ke router menggunakan kabel LAN.
Access point berfungsi sebagai pemancar sinyal nirkabel (Wi-Fi) agar perangkat lain dapat terhubung ke jaringan tanpa menggunakan kabel. Meskipun dalam praktikum ini fokus utama adalah pada koneksi kabel (wired), access point tetap dihubungkan untuk memastikan semua jalur distribusi jaringan berjalan dengan baik.
6. Menghubungkan Mikrotik/Router ke Laptop menggunakan Kabel LAN


Langkah keenam yaitu menghubungkan laptop ke Mikrotik/router menggunakan kabel LAN.
Koneksi ini berfungsi agar laptop dapat menerima sinyal internet dari jaringan yang telah dibuat. Laptop akan mendapatkan IP Address otomatis dari router jika DHCP diaktifkan, atau dapat juga diatur secara manual bila menggunakan IP statis.
Tahap ini memastikan laptop menjadi titik akhir (end device) dalam topologi jaringan praktikum.
7. Mengecek IP Address Menggunakan Command Prompt (CMD) dan Melakukan Pengujian Koneksi Menggunakan Perintah Ping


Setelah semua perangkat terhubung dengan benar, buka Command Prompt (CMD) di laptop.
Ketik perintah berikut:

ipconfig
Perintah ini digunakan untuk menampilkan informasi jaringan pada laptop, seperti:
IPv4 Address → alamat IP yang diterima dari jaringan
Subnet Mask → batas jaringan yang digunakan
Default Gateway → alamat router yang menghubungkan jaringan lokal ke internet
Catat hasil IPv4 Address yang muncul karena akan digunakan untuk tahap pengujian koneksi.

Langkah terakhir adalah menguji koneksi jaringan dengan perintah:
ping [IPv4 Address]
Contoh:
ping 192.168.1.10
Jika hasil yang muncul menunjukkan Reply from..., berarti jaringan sudah tersambung dengan baik antara laptop dan jaringan ISP. Namun, jika muncul Request timed out, maka ada kemungkinan koneksi belum tersambung atau ada kesalahan dalam sambungan kabel.

4. KESIMPULAN

Dari hasil praktikum Komunikasi Optik 2 – Mencari IP Address ISP, dapat disimpulkan bahwa proses pencarian dan pengecekan IP Address tidak hanya bergantung pada perintah di komputer, tetapi juga memerlukan pemahaman tentang bagaimana alur koneksi jaringan fisik dan perangkat jaringan bekerja secara keseluruhan.

Melalui langkah-langkah yang dilakukan, mulai dari menghubungkan ISP ke hub, hub ke LAN port 6, HTB ke converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, hingga Mikrotik/router ke laptop menggunakan kabel LAN, dapat dipahami bahwa setiap perangkat memiliki fungsi spesifik dalam membentuk jaringan komunikasi yang stabil. Hub berperan sebagai pembagi sinyal, HTB dan converter FO berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya (dan sebaliknya), sedangkan Mikrotik atau router mengatur distribusi IP Address ke perangkat pengguna.

Setelah konfigurasi jaringan selesai, perintah “ipconfig” digunakan untuk melihat alamat IP yang diterima laptop dari jaringan, sementara “ping” digunakan untuk menguji apakah koneksi jaringan sudah berjalan dengan baik. Jika perintah ping berhasil memberikan balasan (reply), hal itu menandakan bahwa jaringan telah tersambung dengan benar dan komunikasi antarperangkat berhasil dilakukan.

Dari praktikum ini, saya dapat memahami bahwa IP Address adalah identitas penting bagi setiap perangkat dalam jaringan, dan penguasaan terhadap konfigurasi jaringan — baik secara kabel (LAN) maupun fiber optic (FO) — merupakan keterampilan dasar dalam bidang komunikasi optik. Dengan demikian, praktikum ini memberikan pengalaman langsung dalam membangun, menganalisis, serta menguji koneksi jaringan menggunakan kombinasi teknologi optik dan perangkat jaringan modern.

Rabu, 22 Oktober 2025

Daftar 5 Perusahaan Beserta IP Address, Kelas IP, dan Subnet Mask dengan Prefik /9


🚀 Visualisasi CIDR /9 Global

Eksplorasi jaringan digital berskala dunia dengan tampilan cyber aesthetic futuristik, animasi neon, dan interaktif.

No Perusahaan IP Address Kelas Subnet Mask Prefix
1Google LLC8.0.0.0A255.128.0.0/9
2Amazon Web Services13.0.0.0A255.128.0.0/9
3Microsoft Corporation20.0.0.0A255.128.0.0/9
4Apple Inc.17.0.0.0A255.128.0.0/9
5Meta Platforms31.0.0.0A255.128.0.0/9

🔍 Apa itu CIDR?

CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah metode pengelolaan dan pengalokasian alamat IP yang lebih fleksibel dibandingkan sistem kelas tradisional (A, B, C).

  • Tanpa batasan kelas: Tidak terbatas pada kelas A, B, atau C.
  • Prefix /n: Format IP/prefix, misal 192.168.0.0/24.
  • Menghemat IP: Alamat IP bisa dibagi sesuai kebutuhan.
  • Digunakan di internet modern: ISP, cloud provider, jaringan global.

🌐 Fungsi Prefix /9

  • Network vs Host: 9 bit pertama untuk network, sisanya 23 bit untuk host.
  • Jumlah host usable: 223-2 = 8.388.606 host.
  • Pengelolaan jaringan besar: Membagi kelas A menjadi dua subnet besar.
  • Contoh: Google 8.0.0.0/9, Amazon AWS 13.0.0.0/9.

💾 Relevansi Global

  • Optimalisasi Alokasi IP: Organisasi besar mengelola jutaan IP tanpa pemborosan.
  • Skalabilitas Global: Prefix /9 memungkinkan jutaan perangkat dalam satu network.
  • Efisiensi Routing: CIDR mempermudah aggregasi routing.
  • Standar Infrastruktur Modern: Hampir semua ISP dan perusahaan IT global menggunakan CIDR.

@zaff_ourth 2025 Created By Kamarul Arifin Muzaffar XI TJKT 1



Class Ip Address 15 Perusahaan

disini tugasnya kita disuruh untuk mencari minimal 15 perusahaan besar dalam bidang IT

setelah mencari sebuah perusahaan lalu cari
  1. ip address
  2. subnet mask 
  3. Class ip
Untuk mencari ip dari perusahaan saya hanya menggunakan cmd bawaan windows dengan cmd "ping (domain perusahaan)"




nah ip yang ada didalam kurung siku "[]" itu adalah ip dari perusahaan tersebut 
sekarang akses web ini "https://ipinfo.io/(ip perusahaan) contoh: https://ipinfo.io/52.94.225.248"


Perhatikan pada bagian /24, angka tersebut menunjukkan prefix CIDR yang digunakan oleh jaringan tersebut. Artinya, 24 bit pertama digunakan sebagai penanda jaringan, dan sisanya (8 bit) untuk alamat host. Dengan demikian, subnet mask-nya adalah 255.255.255.0.

 

Daftar CIDR, Jumlah Host, dan Subnet Mask

CIDR Hosts Subnet Mask
/304255.255.255.252
/298255.255.255.248
/2816255.255.255.240
/2732255.255.255.224
/2664255.255.255.192
/25128255.255.255.128
/24256255.255.255.0
/23512255.255.254.0
/221024255.255.252.0
/212048255.255.248.0
/204096255.255.240.0
/198192255.255.224.0
/1816384255.255.192.0
/1732768255.255.128.0
/1665536255.255.0.0
/15131072255.254.0.0
/14262144255.252.0.0
/13524288255.248.0.0
/121048576255.240.0.0
/112097152255.224.0.0
/104194304255.192.0.0
/98388608255.128.0.0
/816777216255.0.0.0




 

Daftar IP Address 15 Perusahaan IT

No Nama Perusahaan Domain Contoh IP CIDR / Range Subnet Mask Kelas IP
1Googlegoogle.com8.8.8.88.8.8.0/24255.255.255.0A
2Microsoftmicrosoft.com13.79.239.16613.64.0.0/11255.224.0.0B
3Amazonamazon.com52.94.225.24852.0.0.0/11255.224.0.0B
4Appleapple.com17.253.144.1017.0.0.0/8255.0.0.0A
5Metafacebook.com157.240.17.255157.240.0.0/16255.255.0.0B
6IBMibm.com129.42.38.1129.42.0.0/16255.255.0.0B
7Oracleoracle.com138.1.33.162138.1.0.0/16255.255.0.0B
8Intelintel.com13.91.95.7413.64.0.0/11255.224.0.0B
9Ciscocisco.com72.163.4.18572.160.0.0/11255.224.0.0B
10Delldell.com143.166.30.172143.166.0.0/16255.255.0.0B
11HPhp.com15.72.80.13515.0.0.0/8255.0.0.0A
12SAPsap.com194.39.131.34194.39.131.0/24255.255.255.0C
13NVIDIAnvidia.com24.51.17.2024.0.0.0/8255.0.0.0A
14Samsungsamsung.com211.45.27.231211.45.0.0/16255.255.0.0C
15Netflixnetflix.com3.137.75.833.128.0.0/9255.128.0.0A

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, ...